Tampilkan postingan dengan label USAHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label USAHA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

USAHA BUDIDAY SEMANGKA


Semangka merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat yang dalam bahasa Inggris disebut Water Mellon. Berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika, kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara seperti: Afrika Selatan, Cina, Jepang, dan Indonesia. Semangka termasuk dalam keluarga buah labu-labuan (Cucurbitaceae) pada daerah asalnya sangat disukai oleh manusia/binatang yang ada di benua tersebut, karena banyak mengandung air, sehingga penyebarannya menjadi cepat.



JENIS TANAMAN



Terdapat puluhan varietas/jenis semangka yang dibudidayakan, tetapi hanya beberapa jenis yang diminati para petani/konsumen. Di Indonesia varietas yang cocok dibudidayakan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: Semangka Lokal (Semangka hitam dari Pasuruan, Semangka Batu Sengkaling dan Semangka Bojonegoro) dan Semangka Hibrida Impor (dari hasil silangan Hibridasi) yang mempunyai keunggulan tersendiri. Semangka tersebut diklasifikasikan menurut benih murni negara asalnya: benih Yamato, Sugar Suika, Cream Suika dan lainnya.


Jumat, 07 Oktober 2011

PELUANG DAN TANTANGAN USAHA AGROINDUSTRI KARET

peluangusahakaret Karet (rubber) merupakan produk unggulan subsektor perkebunan di Indonesia bersama kelapa sawit, kelapa, tebu, kakao, kopi, teh, tembakau dan kapas. Di sektor perdagangan, karet dan produk karet juga termasuk sepuluh komoditas utama yang diprioritaskan pengembangannya baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Di Indonesia, tanaman karet (Hevea brasiliensis) telah dibudidayakan dalam pola perkebunan sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda. Hingga sekarang, pertanaman karet masih dikelola dalam pola perkebunan yang terdiri atas perkebunan rakyat, perkebunan besar negara, dan pekebunan besar swasta. Ditunjang oleh faktor kondisi tanah dan iklim yang sesuai, tanaman karet di Indonesia dapat tumbuh subur sehingga produksinya terus meningkat. Menurut catatan Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian, saat ini luas areal perkebunan karet alam Indonesia mencapai sekitar 3,47 juta ha yang terdiri atas 2,932 juta ha (84,5%) areal perkebunan rakyat, 250 ribu ha (7,2%) areal perkebunan besar negara, dan 288 ribu ha (8,3%) areal perkebunan besar swasta. Adapun produksi hingga tahun 2008 adalah sebesar 2.921.872 ton yang berasal dari perkebunan rakyat sebesar 2.366.716 ton (81%), perkebunan besar negara sebesar 262.969 ton (9%), dan dari perkebunan besar swasta sebesar 292.187 ton (10%). Sementara untuk tahun 2009 ini, total luas areal perkebunan karet Indonesia diperkirakan bertambah menjadi 3.524.583 hektar dengan total produksi ditargetkan mencapai 3.040.111 ton.

Salah satu kendala peningkatan produksi karet di Indonesia adalah banyaknya tanaman karet yang kondisinya sudah tua atau rusak (berusia di atas 20 tahun). Selain itu, tingkat produktivitas tanaman masih rendah, karena sebagian besar berasal dari benih sapuan, bukan klon unggul. Terutama di perkebunan rakyat, penggunaan benih klon unggul rata-rata baru mencapai 40%.

Sejalan dengan program revitalisasi pertanian yang dicanangkan pemerintah, strategi peningkatan produksi karet dilakukan melalui revitalisasi perkebunan yang mencakup perluasan areal, peremajaan dan rehabilitasi tanaman. Program ini telah berjalan sejak tahun 2006, dengan sasaran areal tanaman karet hingga tahun 2010 seluas 213.000 ha yang merupakan usulan dari 11 provinsi. Apabila lahan tersebut dioptimalkan melalui peremajaan, diharapkan produksi karet akan meningkat sekitar 20 – 30%.

Sedikit berbeda dengan catatan Ditjen Perkebunan, menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), bahwa pada tahun 2008 produksi karet alam Indonesia mencapai sekitar 2.636.000 ton. Namun, baik data Ditjen Perkebunan maupun Gapkindo, keduanya telah menempatkan Indonesia sebagai negara produsen karet peringkat kedua di dunia setelah Thailand. Indonesia memberikan kontribusi sebesar 28% terhadap produksi karet alam dunia.

Akhir-akhir ini, produksi karet di Thailand menunjukkan tren penurunan, sementara produksi karet Indonesia diperkirakan terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 5% per tahun. Apabila kondisi tersebut terus berlangsung, maka pada tahun 2015 Indonesia diprediksi menjadi negara produsen karet terbesar dunia.

Gapkindo juga menyebutkan bahwa total ekspor karet Indonesia pada tahun 2007 adalah sebesar 2,4 juta ton atau senilai US$4,9 miliar dengan pertumbuhan 10% dibanding dengan tahun 2006. Angka sementara total ekspor karet tahun 2008 mencapai 2,5 juta ton atau senilai US$6 miliar dengan pertumbuhan 4% dibanding tahun 2007.

Untuk tahun 2009, International Tripartite Rubber Council (ITRC) yang terdiri atas tiga negara peringkat atas eksportir karet dunia (Thailand, Indonesia dan Malaysia), sepakat untuk mengurangi volume ekspor karet alam sebesar 915.000 ton atau 16% dari total volume ekspor tahun 2008. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan ke-14 ITRC pada akhir 2008 lalu. Tujuan pengurangan volume ekspor adalah untuk menjaga stabilitas harga karet dunia yang terus melorot ke level di bawah US$2 per kg, menyusul pelemahan produksi industri yang berbahan baku karet alam sebagai dampak dari krisis global.

Sebagai respons atas kesepakatan yang kurang kondusif tersebut, Indonesia akan memangkas produksi karet alam sekitar 30% dengan menekan frekuensi penyadapan. Menurut Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, karet bisa disimpan di pohon. Pengurangan frekuensi penyadapan akan menurunkan suplai ke pasar internasional sehingga harga komoditas ini diharapkan dapat kembali ke level US$2 per kg atau lebih.

Namun, keputusan Menteri Pertanian tersebut tidak sepaham dengan Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC). Menurut Sekjen ANRPC, Djoko Said Damardjati, mengurangi produksi hingga 30% bisa menjadi bumerang. Indonesia bisa kehilangan pasar, karena sekitar 94% karet alam dunia diproduksi hanya oleh sembilan negara. Jika Indonesia memangkas produksi hingga 30%, maka pangsa pasarnya berpotensi diisi oleh negara produsen lain. Dengan demikian, Indonesia bisa kehilangan dua hal, yaitu kehilangan pangsa pasar dan kehilangan pendapatan, karena keputusan penurunan produksi belum tentu dapat menaikkan harga.

Sekjen ANRPC justru mengusulkan agar Indonesia dapat memanfaatkan potensi pasar dalam negeri yang cukup besar untuk menyiasati lesunya pasar ekspor. Apabila pemerintah dapat mendorong konsumsi di dalam negeri untuk produk lokal berbasis karet, maka industri dalam negeri akan tumbuh. Misalnya industri ban kendaraan bermotor yang sangat jelas menggunakan bahan baku karet alam paling besar. Sementara pengembangan industri non-ban yang tetap menggunakan bahan baku karet meliputi industri pembuatan kasur (matras), alas sepatu, isolasi listrik, tambang pipa, kondom, dan sarung tangan.

Artikel Terkait:

PEREMAJAAN DAN PERLUASAN PERKEBUNAN KARET dalam Tuntutan Peremajaan Perkebunan Karet RakyatKINERJA INDUSTRI KARET INDONESIA Ketersediaan Lahan Perkebunan KaretJENIS-JENIS KARET ALAM DALAM USAHA AGROINDUSTRI KARETDukungan Kebijakan dalam Revitalisasi Perkebunan KaretPotensi Industri Pengolahan Karet : Klaster industri pengolahan Karet

View the original article here

Kamis, 06 Oktober 2011

PELUANG USAHA BUDIDAYA ALPUKAT / AVOCADO (bagian 2)

220px-Persea_americana_fruit_2 Tanaman ALPUKAT dapat tumbuh sampai 20 m (69 kaki), dengan panjang daun 12 cm (4,7 in) sampaiu dengan 25 cm (9,8 in). Bunga tanaman ALPUKAT mencolok, berwarna kehijauan hingga kuning, lebar bunga 5 milimeter (0,2 in) sampai dengan 10 milimeter (0,4 in). Buah ALPUKAT berbentuk seperti buah pir dengan panjang berkisar 7 cm (2,8 in) hingga 20 cm (7,9 in), berat buah ALPUKAT berkisar 100 gram (3,5 oz) hingga mencapai 1.000 gram (35 ons), dan memiliki biji tunggal yang besar dengan diameter biji mencapai 5 cm (2,0 in) hingga 6.4 cm (2,5 in).

Alpukat membutuhkan iklim subtropis tidak bersalju dan dengan sedikit berangin. Angin kencang dapat mengurangi kelembaban, dehidrasi pada bunga alpukat dapat mempengaruhi penyerbukan bunga . Ketika salju ringan terjadi, salju tersebut dapat merontokan buah alpukat muda, meskipun tanaman Alpukat dapat mentolerir suhu hingga -1 ° C. Tanaman Alpukat membutuhkan aerasi tanah baik, idealnya alpukat ditaman kurang lebih 1 m dari permukaan tanam. Alpukat kurang baik jika ditanam di daerah dengan tingkat salinitas tinggi (asin). Kondisi tanah yang di sukai oleh tanaman alpukat dengan kondisi iklim yang sesuai hanya tersedia di beberapa daerah di dunia, khususnya di selatan Spanyol, Portugal, Kreta, Levant, Afrika Selatan, Kolombia, Peru, bagian tengah dan utara Chili, Vietnam, Indonesia, bagian India selatan , Sri Lanka, Australia, Selandia Baru, Filipina, Malaysia, Amerika Tengah, Karibia, Meksiko, California, Arizona, New Mexico, Texas, Florida, Hawaii, dan Ekuador. Setiap daerah memiliki berbagai jenis kultivar.

Pohon atau Tanaman ALPUKAT rata-rata menghasilkan sekitar 500 buah ALPUKAT per tahun. Kebun komersial menghasilkan rata-rata Avocadotujuh ton per hektar setiap tahun, dan di beberapa kebun mencapai 20 ton per hektar Pohon ALPUKAT tidak mentolerir suhu dingin, dan dapat tumbuh hanya di iklim subtropis atau tropis.

ALPUKAT adalah buah klimakterik (seperti pada tanaman pisang), yang berarti tumbuh dan berkembang buah di pohon, tetapi matang setelah di petik dari pohon. ALPUKAT untuk perdagangan dipetik saat masih keras dan hijau dan disimpan dalam pendingin pada pada suhu 3,3-5,6 ° C (38-42 ° F) hingga alpukat di terima di tangan konsumen. ALPUKAT harus benar-benar matang untuk mencapai kematangan yang sempurna. ALPUKAT yang jatuh dari pohon akan matang di tanah. Umumnya, buah diambil setelah masak. ALPUKAT yang baik memiliki tingkat kekeringan lebih dari 23%, hal ini m enjadi standar yang sama bagi negara-negara penghasil alpukat. Setelah dipetik, ALPUKAT dapat matang dalam beberapa hari kemudian pada suhu kamar (lebih cepat jika disimpan digabungkan dengan buah-buahan lainnya seperti apel atau pisang, karena pengaruh gas etilen). Beberapa supermarket menjual buah ALPUKAT yang belum matang yang telah diperlakukan dengan etilena sintetis untuk mempercepat pematangannya. Dalam beberapa kasus ALPUKAT dapat dibiarkan di pohon selama beberapa bulan, yang merupakan keuntungan untuk petani alpukat komersial yang mencari laba yang besar untuk tanaman Alpukat mereka , tetapi jika buah terlalu lama di pohon alpukat dapat jatuh ke tanah.

Kita akan lanjutkan pembahasan tentang alpukat pada artikel bagian ke 3.

budidaya alpokat (4), lahan yang cocok untuk buah alpukat (2), alpukat muda (1), Tempat penghasil gas etilen (1), teknik budidaya alpokat (1), tanam alpokat (1), peluang usaha alpukat (1), negara penghasil alpukat (1), daerah penghasil alpukat (1), ciri-ciri alpukat (1), ciri tanaman alpukat (1), usaha alpukat (1)

Artikel Terkait:

PELUANG USAHA BUDIDAYA ALPUKAT / AVOCADO (bagian 1)Peluang Usaha Pengembangan Budidaya Jeruk (bagian 1)Peluang Usaha Budidaya Durian (bagian 2)Peluang Usaha Budidaya Durian (bagian 1)Syarat Tumbuh Budidaya Nangka

View the original article here

MENGENAL TANAMAN SALAK SEBUAH PELUANG USAHA

Sebagai tanaman asli Indonesia salak mempunyai masa depan yang cerah untuk dikembangkan baik untuk memenuhi pasaran lokal ataupun pasaran luar negeri.Buah Salak (Salacca Edulis) merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati oleh orang Jepang, Amerika, dan Eropa. Buah ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah sebagai manisan. Daging buah ini mengandung kalsium, tanin, saponin, dan flavonoida. Daerah asal nya tidak jelas, tetapi diduga dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei dan Muangthai.

Banyak varietas salak yang bisa tumbuh di Indonesi. Ada yang masih muda sudah terasa manis, Varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali), dan lain-lain. Sebenarnya jenis salak yang ada di Indonesia ada 3 perbedaan yang menyolok, yakni:

Salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yang berbiji 2-3 butir,Salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yang berbiji 1- 2 butir, dan Salak Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yang berdaging merah. Jenis salak itu mempunyai nilai komersial yang tinggiBerdasarkan kultivarnya, di Indonesia orang mengenal antara 20 sampai 30 jenis di bawah spesies. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah salak Sidimpuan dari Sumatera Utara, salak Condet dari Jakarta, salak pondoh dari Yogyakarta dan salak Bali. Salak condet merupakan flora propinsi DKI Jakarta.

Selain jenis tanaman salak yang dibudidayakan, di dunia ini dikenal jenis salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mo-gea; S. magnifera JP Mogea; S. minuta; S. multiflora dan S. romosiana. Selain salak liar itu, masih dikenal salak liar lainnya seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yang juga disebut S. wallichiana, C. Martus yang disebut rakum/kumbar (populer di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri, bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yang disebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam Batangnya pendek, lama­kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yang kecil).

BERIKUT BEBERAPA MACAM MANFAAT YANG DAPAT DIAMBIL DARI TANAMAN SALAK, YAKNI :

Salak terutama ditanam untuk dimanfaatkan buahnya, yang populer sebagai buah meja. Seiring dengan perkembangan inovasi pengolahan makanan, bermunculan cara pengolahan buah salak ini. Selain dimakan segar, salak juga biasa dibuat manisan, asinan, dikalengkan, atau diolah sebagai keripik salak. Untuk jenis manisan, beberapa pengrajin menglah salak ini beserta kulitnya, tanpa dikupas. Salak yang muda digunakan untuk bahan rujak. Umbut salak pun dapat dimakan.Helai-helai anak daun dan kulit tangkai daunnya dapat digunakan sebagai bahan anyaman, meski tentunya sesudah duri-durinya dihilangkan lebih dahulu. Karena duri-durinya hampir tak tertembus, rumpun salak kerap ditanam sebagai pagar. Demikian pula, potongan-potongan tangkai daunnya yang telah mengering pun kerap digunakan untuk mempersenjatai pagar, atau untuk melindungi pohon yang tengah berbuah dari pencuri.Untuk pengobatan seperti untuk menghentikan diare, jadi bila kebanyakan makan salak akan menyebabkan kesulitan membuang air besar dalam kadar menengah. kadang kulit salak juga di gunakan dalam traditional china medicine/jamu sebagai bahan obat.Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek baik untuk di kembangkan sebagai sebuah peluang usaha.

jenis-jenis salak (3), wirausaha salak merah (2), prospek budidaya salak (1), salak termasuk tumbuhan monokotil (1), tanaman salak untuk obat (1), tanaman salak yogyakarta (1), tinggi tanaman salak (1), usaha dari kulit salak (1), usaha salak jakarta (1), potensi bisnis salak (1), peluang usaha padang sidempuan (1), pasaran buah salak (1), makalah budidaya salak pondoh (1), jenis-jenis salak bali (1), jenis salak untuk manisan (1), jenis salak (1), jamu kulit salak (1), dodol salak padang sidempuan (1), buah salak bagian yang dimanfaatkan (1), artikel pengolahan biji salak (1)

Artikel Terkait:

Mengenal Apel Sebagai Sebuah Peluang UsahaJenis Tanaman NangkaMemulai Bisnis , Sebuah IlustrasiPeluang Agrobisnis NangkaPemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi

View the original article here

Rabu, 05 Oktober 2011

PELUANG USAHA PENGOLAHAN IKAN PEDA

Indonesia terkenal dengan kekayaan hasil laut yang melimpah, berbagai jenis ikan, serta hasil lautnya seakan tidak ada habisnya meskipun di ambil dan dimanfaatkan setiap hari. Namun hasil kekayaan laut ini memiliki keterbatasan waktu pemanfaatan karena pada umumnya hasil tangkapan laut ini memiliki sifat yang cepat membusuk. Salah satu strateginya adalah dengan pengolahan lebih lanjut di antaranya dengan dikeringkan, di asap atau diasinkan. Salah satu pengolahan yang cukup populer adalah dengan dengan penambahan garam, selain prosesnya mudah dilakukan juga memerlukan biaya produksi yang cukup murah. Salah satu jenis ikan tangkapan laut yang cukup melimpah dan harganya relatif murah adalah ikan kembung, jenis ikan ni juga bisa diolah lebih lanjut dengan cara di asinkan jenis dan sudah cukup dikenal dengan istilah “Ikan Peda”. Ikan peda cukup digemari oleh masyarakat luas. Dengan kemudahan bahan baku, murahnya biaya produksi serta daya serap pasar yang pasti menjadikan usaha pengolahan ikan peda ini memiliki prospek yang bagus untuk dijadikan sebuah peluang usaha.

Lebih lanjut akan dijelaskan tahapan pembuatan ikan peda yang umumnya dilakukan secara tradisional, sebagai berikut:

Garam (pilih yang agak kasar, jangan terlalu halus)Kuali dari tanah atau bak dari semenAnyaman bambu untuk tutup bak/kualiBersihkan ikan, bagian insang dan isi perutnya dibuang, kemudian ikan dicuci hingga bersihIkan yang sudah bersih dilumuri dengan garam. Jumlah garam 20% (atau kira-kira seperlima)dari berat ikan. Usahakan pada waktu melumuri garam, bagian perut ikan yang kosong diisi juga dengan garam.Sediakan kuali besar dari tanah atau bak yang sengaja dibuat dari semen.Langkah selanjutnya, masukkan ikan –ikan tersebut pada kuali atau pada bak dari semen, susun dengan rapi. Apabila susunan yang pertama membujur maka susunan berikutnya dibuat melintang dan seterusnya.Pada bagian atas, tutupi dengan menggunakan anyaman dan papan. Letakkan batu bata untuk mengepres ikan-ikan tersebut. Biarkan ikan-ikan tersebut dalam bak hingga satu minggu. Ikan-ikan tersebut akan berair dengan sendirinya.Setelah satu minggu, keluarkan ikan dari tempatnya dan dibersihkan, kemudian di angin-anginkan, di tempat teduh sampai agak kering.Ikan yang telah di angin-anginkan ditempatkan pada keranjang atau peti dari papan, susun dengan rapi dengan posisi saling menyilang. Sebelumnya alas peti di beri daun pisang yang kering.Biarkan ikan tersebut dalam peti selama 7-10 hari dan tutup rapat. Setelah 10 hari, buka peti tersebut maka ikan peda dengan aroma yang khas siap untuk dikemas dan dipasarkan.

Artikel Terkait:

PELUNG USAHA PEMBUATAN TERASI IKAN/UDANGPELUANG USAHA IKAN PINDANG DURI LUNAKPeluang Usaha Pembuatan Terasi sebagai Pemanfaatan Hasil PerikananPeluang usaha pembuatan kecap ikanPeluang Usaha Pembuatan Dendeng Ikan

View the original article here

Selasa, 04 Oktober 2011

PELUANG USAHA PEMBENIHAN IKAN TAWES (Puntius Javanicus. Blkr)

Berbagai jenis ikan merupakan sumber protein hewani yang banyak dipilih masyarakat luas. Di samping kandungan protein yang tinggi didukung dengan harga ikan di pasaran yang relatif lebih terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Oleh karena hal tersebut, permintaan ikan di pasaran tidak pernah sepi bahkan terus meningkat. Selain penyediaan ikan tawes ukuran konsumsi dari budidaya ikan tawes, penyediaan bibit ikan tawes juga merupakan peluang usaha tersendiri. Penyediaan benih yang bermutu dalam jumlah cukup dan kontinu merupakan faktor penting dalam upaya pengembangan budi daya ikan konsumsi. Di samping itu usaha pembenihan dirasa lebih rnenguntungkan karena waktu yang digunakan relatif singkat kurang lebih 3 minggu – 1 bulan, serta pemasarannya pun mudah.

Pembenihan ikan tawes ada beberapa cara yaitu pembenihan ikan di kolam, pembenihan di sawah dan pembenihan di hapa. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tahapan pembenihan ikan tawes.

PEMILIHAN INDUK IKAN TAWES

Untuk mendapatkan benih yang berkualitas dan jumlah yang banyak dalam pembenihan Tawes perlu dipilih induk yang baik.

Ciri-ciri Indukan Ikan Tawes yang berkualitas baik adalah sebagai berikut :

Letak lubang dubur terletak relatif lebih dekat ke pangkal ekorKepala relatif lebih kecil dan meruncingSisik-sisiknya besar dan teraturPada umumnya ikan tawes jantan mulai dipijahkan pada umur kurang lebih 1 tahun, dan induk tawes betina pada umur kurang lebih 1,5 tahun. Untuk mengetahui bahwa induk ikan tawes telah matang kelamin dan siap untuk dipijahkan dengan tanda-tanda sebagai berikut :Tanda-tanda matang kelamin pada Induk ikan tawes betina :

Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) bila diraba lebih lembekLubang dubur berwarna agak kemerah-merahanTutup insang bila diraba lebih licinBila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitam-­hitaman.Tanda-tanda matang kelamin pada lnduk Ikan Tawes jantan :

Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma)Tutup insang bila diraba terasa kasarPERSIAPAN KOLAM

Kolam pemijahan ikan tawes sekaligus merupakan kolam penetasan dan kolam pendederan. Sebelum dipergunakan untuk pemijahan, kolam dikeringkan. Selanjutmya dilakukan perbaikan pematang dan dasar kolam dibuat saluran memanjang (caren/kamalir) dari pemasukan air kearah pengeluaran air dengan lebar 40 cm dan dalamnya 20-30 cm.

PELEPASAN INDUK

Induk ikan tawes yang telah terpilih untuk dipijahkan kemudian diberok, pemberokan dengan penempatan induk jantan dan betina secara terpisah selama 4-5 hariSetelah diberok kemudian induk ikan dimasukkan ke kolam pemijahan yang telah dipersiapkanPemasukan induk ke kolam pada saat air mencapai kurang lebih 20 cmJumlah induk yang dilepas induk betina 25 ekor dan induk jantan 50 ekorPada sore hari kurang lebih pukul 16.00 air yang masuk ke kolam diperbesar sehingga aliran air lebih deras.Biasanya induk ikan tawes memijah pada pukul 19.00-22.00Induk yang akan memijah biasanya pada siang hari sudah mulai berkejar­kejaran di sekitar tempat pemasukan air.PENETASAN TELUR IKAN TAWES

Setelah induk ikan tawes bertelur, air yang masuk ke kolam diperkecil agar telur-telur tidak terbawa arus, penetasan dilakukan di kolam pemijahan jugaPagi hari diperiksa bila ada telur-telur yang rnenumpuk di sekitar kolam atau bagian lahan yang dangkal disebarkan dengan mengayun-ayunkan sapu lidi di dasar kolamTelur ikan tawes biasanya menetas semua setelah 2-3 hariDari ikan hasil penetasan dipelihara di kolam tersebut selama kurang lebih 21 hari. PEMUNGUTAN HASIL BENIH IKAN TAWES

Panen dilakukan pada pagi hariMenyurutkan/mengeringkan kolamSetelah benih berada dikamalir/dicaren, benih ditangkap dengan menggunakan waring atau seserBenih ditampung di hapa yang telah ditempatkan di saluran air mengalir dengan aliran air tidak derasBenih lersebut selanjutnya dipelihara lagi di kolam pendederan atau dijual.PENDEDERAN IKAN TAWES

Mula-mula kolam dikeringkan selama 2-3 hariPerbaikan pematang, pembuatan caren/saluranDasar kolam diolah dicangkul, kemudian dipupuk dengan Urea & SP 36 1 0 gr/m2 dan pupuk kandang 1 – 1,5 kg/m2 tergantung kesuburannya.Setelah kolam dipupuk kemudian diairi setinggi 2-3 cm dan dibiarkan 2-3 hari kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 50 cmKemudian benih ditebar di kolam pendederan dengan padat tebar 10-20 ekor/m2Pemeliharaan dilakukan kurang lebih 3 minggu – 1 bulan.Selanjutnya dapat dipanen dan hasil benih dapat dijual atau ditebar lagi di kolam pendederan II.umkm perikanan di keputih (2), hasil pembenihan ikan bader (2), ikan tawas (2), pemungutan hasil budidaya jahe (2), puntius javanicus (1), pengaruh air kelapa terhadap penetasan telur ikan (1), kolam ikan tawes (1), ikan tawes puntius javanicus (1), ciri-ciri induk ikan tawes (1), ciri ikan tawes (1), air kelapa untuk penetasan telur ikan (1)

Artikel Terkait:

Peluang usaha pembenihan ikan tawesPengelompokan /Segmentasi Usaha Budidaya Ikan LelePeluang Usaha Budidaya Ikan Mas (bag.3 : Pemilihan Teknologi Budidaya Ikan Mas)Pola Usaha Ikan Patin dalam Usaha Budidaya Ikan Patin (bag.1)Pola Usaha Ikan Patin dalam Usaha Budidaya Ikan Patin (bag.2)

View the original article here

Senin, 03 Oktober 2011

KARAKTERISTIK USAHA INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)

KOPI Karakteristik Usaha Industri /Peta Industri : Struktur industri KOPI di dalam negeri secara garis besar dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok, yaitu: Industri KOPI Olahan Skala Kecil (Home Industry), Industri KOPI Olahan Kelas Menengah, Industri KOPI Olahan Kelas Besar.

Industri yang tergolong dalam kelompok ini adalah industri yang bersifat rumah tangga (home industry) dimana tenaga kerjanya adalah anggota keluarga dengan melibatkan satu atau beberapa karyawan. Produk dipasarkan di warung atau pasar terdekat /di sekitar pabrik dengan menggunakan merek (private brand) atau tanpa merek. Industri yang tergolong pada kelompok ini pada umumnya tidak terdaftar di Dinas Perindustrian maupun di Dinas BPOM. Industri pada kelompok ini menyebar pada daerah sentra produksi KOPI.

Industri KOPI yang tergolong pada kelompok ini merupakan industri pengolahan KOPI yang menghasilkan KOPI bubuk atau produk KOPI olahan lainnya seperti minuman KOPI yang produknya dipasarkan di wilayah kecamatan atau kabupaten tempat parbik KOPI tersebut berdomisili. Produk umumnya dikemas dalam kemasan yang sederhana dan telah memperoleh ijin dari Dinas Perindustrian setempat sebagai produk rumah tangga. Pabrik KOPI olahan kelas menengah ini banyak dijumpai di sentra produksi KOPI seperti di Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.

Industri KOPI kelompok ini merupakan industri pengolahan KOPI yang menghasilkan KOPI bubuk, KOPI instan atau KOPI mix, dimana hasil produksinya dipasarkan tidak hanya terbatas di wilayah pabrik tersebut berdomisili, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah di dalam negeri, dan bahkan diekspor. Produk dikemas dalam kemasan yang menarik, dan telah mendapatkan nomor Merek Dagang dan atau label lainnya. Beberapa perusahaan yang tergolong kelompok industri ini, dan merajai perKOPIan di Indonesia dewasa ini adalah PT Santos Jaya Abadi, PT Torabika Semesta, PT Nestle Indonesia

Artikel Terkait:

KUNCI SUKSES USAHA / INDUSTRI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUK KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI) BAG 2PERKEMBANGAN INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PETA PRODUSEN KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)

View the original article here

MENGGALI KHASIAT TEMULAWAK SEBAGAI SEBUAH PELUANG USAHA

Kemajuan jaman tidak berarti meninggalkan budaya dan tradisi leluhur, sebagai salah satu contoh nyata adalah penggunaan obat dan jamu tradisional. Di samping itu ada kecenderungan masyarakat untuk kembali menggunakan bahan-bahan tradisional untuk pengobatan setelah munculnya berbagai macam gangguan penyakit akibat penggunaan bahan-bahan kimia. Salah satu bahan tradisional yang digunakan adalah Temulawak (Curcuma xanthorrhiza ROXB). Temulawak merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Di daerah Jawa Barat temulawak disebut sebagai koneng gede sedangkan di Madura disebut sebagai temu lobak. Kawasan Indo-Malaysia merupakan tempat dari mana temulawak ini menyebar ke seluruh dunia. Saat ini tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di Cina, IndoCina, Bardabos, India, Jepang, Korea, di Amerika Serikat dan Beberapa negara Eropa.

Sebagai tambahan informasi berikut klasifikasi Temulawak dalam ilmu botani :

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae

Ordo : Zingiberales

Keluarga : Zingiberaceae

Genus : Qurcuma

Spesies : Qurcuma xanthorrhiza ROXB.

Tanaman terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1m tetapi kurang dari 2m, berwarna hijau atau cokelat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap. Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau cokelat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31 – 84cm dan lebar 10 – 18cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 – 80cm. Perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9 – 23cm dan lebar 4 – 6cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8 – 13mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1.25 – 2cm dan lebar 1cm.

Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temulawak untuk dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, anti inflamasi, anemia, anti oksidan, pencegah kanker, dan anti mikroba.

Dengan khasiat dan manfaat temulawak yang sudah teruji, maka jenis rimpang satu ini sudah menjadi bahan kebutuhan rutin bagi usaha rumahan maupun berbagai industri besar seperti industri obat-obatan, produk kecantikan dsb. Oleh karena itu budidaya temulawak selalu memiliki tempat tersendiri sebagai sebuah peluang usaha yang berprospek cerah.

manfaat temulawak (10), khasiat temulawak (8), manfaat temulawak sebagai obat (3), khasiyat temu lawak (3), temulawak sebagai peluang usaha (2), temulawak sebagai anti radang (1), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza antikolesterol (1), temulawak sebagai obat jerawat (1), temulawak (1), prospek temulawak (1), PROSPEK BISNIS temulawak (1), proposal temulawak terhadap nafsu makan (1), manfaat temulawak untuk meningkatkan nafsu makan (1), bertanam temulawak cerah (1), manfaat temu lawak (1), manfaat nanas (1), klasifikasi temulawak (1), khasiat temulawak membunuh jamur (1), khasiat temulawak 2011 (1), kegunaan DAN KHASIAT CURCUMA XANTHORRHIZA (1), industri pengguna temulawak (1), usaha rumahan produk kecantikan (1)

Artikel Terkait:

Mengenal Apel Sebagai Sebuah Peluang UsahaMENGENAL TANAMAN SALAK SEBUAH PELUANG USAHAPELUANG USAHA BUDIDAYA JAHEKomoditi Karet sebagai sumber devisa negara, Peluang Usaha Perkebunan KaretMemulai Bisnis , Sebuah Ilustrasi

View the original article here

Minggu, 02 Oktober 2011

MENGINTIP PELUANG USAHA TABULAMPOT DURIAN

Selama ini Anda di kenal sebagai petani buahdurian yang sukses. Hasil panen melimpah dan kualitas buah yang sudah tidak diragukan lagi mungkin sudah menempatkan Anda pada posisi seorang petani buahyang sukses. Pernahkah terpikir oleh Anda untuk mendapatkapenghasilanlain namun tidak harus meninggalkan bisnis durianAnda? Apa yang harus anda lakukanselain memasarkan hasil buahdurian?

Saat ini sudah menjadi trend tersendiri dikalangan pencinta tanaman Tabulampot atau menanam buah dalam pot. Tabulampot ini menjadi solusi tersendiri bagi penghoby tanaman yangmemiliki keterbatasan lahan. Disamping itu, tabulampot selain betujuan untuk mendapatkanbuah hasil panen tanamannya, dapat juga difungsikansebagi “tanaman hias” penghijaudan penambah asri halaman rumah. Dan saat ini sudah banyak penggemarnya,ini berarti peluang usaha tersendiri untuk menjadikan tambulampot sebagai lahan bisnis Anda.

Kembali lagi ke buahdurian, sebagai usaha sampingan selain memasarkanhasil panenbuadurian. Anda dapat mengembangkan usaha Anda dengan menjual bibit ataupun tanaman durian Anda dalam bentuk tabulampot durian. Bagi Anda yang sudahbergelut dalam usaha durianataupun Anda yangingin mengawali langkahuntuk bisnis tabulampot durianini, sebagai tahap awal berikut beberapa ulasan pertanyaan yang mungkin saja muncul seputar usaha tabulampot durian.


Seperti budidaya tanaman lain, iklim seperti apakah, serta berapakah suhu yangcocok dan ketinggiantempat yang optimumuntuk mengembangkantanaman durian?

Jawab : Tanaman durian tumbuh optimal di dataran rendah sampai ketinggian 600 meter dpl dan bersuhu 25-30oC. Daerah beriklim basah seperti Jakarta dan Bogor punsesuai untuk tanaman durian.


Berapakah jarak tanam ideal antar pohonuntuktanaman durian?

Jawab : Jarak tanam yanbaik 12 m X 12 m atau 10 m x 10 m tergantung pada varietasnya. Disamping itu lokasi budidaaya harus terbuka atau tanpa naungan.


Jenis pupukapakah yang perlu ditambahkan untuk meningkatkan kualitas buah durian?

Jawab : Andadapat menambahkan pupuk berkadar kalium tinggi seperti NPK 16-16-16 berwarnabiru


Pada saat membuat tabulampot untuk keperluan usaha (dengantujuandijual) tempat apa yangdapat digunakan agar efisien dan bagaimana cara penanamannya?

Jawab: Sebagai tempat dapat digunakandrum. Pada saat menanam dalam drum, akar tidak perlu dibungkus karung plastik atau polibag. Pada bagian dasar drum letakan pecahan genting ataupun batu-batuan kecil untuk drainase. Polibag diperlukan bila bibit akan dijual supaya mudah mengangkkutnya dantanaman tidak mudahlayu. Ganjal drum dengan batu bata setinggi 20 cm, dengan tujuan agar akar tidak menembus tanah setelah keluar dari lubang dasar drum. Akar yangkeluar drum akankering danmati terkena sinar matahari.


Apakah penggunaan drum sebagai tempatpenanaman bibit durian akan berpengaruh terhadap kualitas pohon dan buah ?

Jawab : Pertumbuhan vegetatif tabulampot durian tidak terganggu. Sebagai media tanam, gunakan campuran tanah dan kompos matang dengan perbandingan 2:1. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan gunakan kompos daun bambu.

Semoga uraian diatas dapat memberikangambaran awal mengenai peluang usaha tabulampot durian

tabulampot durian (18), tabulampot (6), teknik penanaman tabulampot durian (5), budidaya tabulampot (4), tambulampot durian (3), bisnis tabulampot (3), budidaya tabulapot (2), tambulapot durian (2), durian dataran rendah (2), teknik tabulampot (2), tempat tabulampot (1), sukses menanam buah durian dalam pot (1), menanam durian dataran rendah (1), TABULAMPOT BUAH (1), www cara2 agar kualitas tanaman durian berhasil (1), tabulampot salak (1), usaha tanaman buah dalam pot - tabulampot (1), Tabulapot durian (1), usaha tabulanpot (1), usaha tabulampot (1), tanaman durian dataran rendah (1), teknik menanam tanaman buah durian dalam pot tabulampot (1), tips tabulampot (1), tip membuat tabulampot (1), sukses dengan tabulampot (1), proses pertubuhan vegetatif pada tabulampot (1), petani tabulampot (1), durian tambulampot (1), DURIAN TABULAMPOT (1), budidaya tabulampot jakarta (1), drum untuk tabulapot (1), cara menanam durian dalam pot (1), cara membuat tabulampot durian (1), budidaya jangkrik di malang (1), budidaya durian dalam pot (1), durian tambulapot (1), harga bibit tabulampot (1), peluang usaha tabulampot (1), peluang tabulampot (1), peluan usaha UKM (1), olahan keripik biji durian (1), npk 16-16-16 organik pada tabulampot (1), menanam durian dalam drum (1), macam pupuk organik untuk pertumbuhan vegetatif tabulampot (1), jual bibit melon gordes jakarta (1), budidaya buah dalam pot (1)

Artikel Terkait:

Peluang Usaha Budidaya Durian (bagian 2)Peluang Usaha Budidaya Durian (bagian 1)

View the original article here

MENCEGAH KERUGIAN USAHA DENGAN PENANGANAN HERPES PADA IKAN KOI

Sekarang ini menekuni hobi sudah  bukan  merupakan kegiatan yang bertujuan  untuk kesenangan belaka. Sekali dayung  dua tiga pulau terlampaui, demikian juga dengan menekuni bisnis dengan latar belakang sesuatu yang kita minati. Disamping kepuasan kita dapatkan, pundit-pundi uang  kita pun bertambah. Sudah banyak yang  membuktikan bahwa dari hoby pun dapat mendatangkan rupiah. Salah satu diantaranya dengan Peluang Usaha beternak ikan Koi.  Meskipun  banyak jenis ikan  yang merupakan ikan  koleksi namun jenis ikan Koi tetap memiliki penggemar tersendiri.  Bahkan  aneka lomba kemolekan jenis  ikan  Koi ini tidak  pernah sepi dari peserta yang rata-rata adalah seorang hobiis Oleh karena itu peluang usaha ikan Koi ini selalu memiliki prospek yang  cerah  untuk ditekuni.  Namun demikian dalam menjalankan  bisnis berlatar belakang hobi ini tetap dituntut keseriusan dan ketekunan dalam berusaha, termasuk cukupnya informasi dan pemahaman mengenai tehnik  pemeliharaan dan perawatan serta kendala yang  umum dialami dan penanganannya. Salah satu permasalahan yang  umum dialami dalam pemeliharaan ikan  Koi adalah serangan hama ataupun penyakit, diantaranya serangan Herpes pada Ikan  Koi. Berikut akan kita bahas mengenai gejala, pemicu munculnya penyakit tersebut serta tips-tips penangannya.

 Gejala serangan herpes pada ikan koi yang  dialami peternak menunjukkan ciri yang  sama.  Pada awalnya ikan lambat bergerak, mogok makan, dan sering muncul di permukaan air. Bila ikan diangakat terlihat bintil merah di perut.  Ketika diurut benjolan itu pecah dan keluar darah. Serangan bertambah parah bila kulit ikan terkelupas.  Sebagai pemicunya diduga perbedaan temperatur siang dan malam yang ekstrim. Biasanya ikan cenderung berdiam diri didasar air. Saat itu  parasit menempel ke tubuh. Namun tidak semua ikan koi terserang penyakit itu, dari hasil beberapa pengamatan, ikan  koi jenis Chagoi relative tahan, sebaliknya doitsu sangat rentan lantaran besisik lebar dan tubuh lunak.

Ada beberapa cara yang sudah  dipraktekan  oleh para peternak ikan koi untuk mengatasi serangan herpes pada koi tersebut. Antara lain Pemberian  formalin dosis tinggi, 50ml/m3 air.  Perlakuan tersebut harus dibaengi pemberian air blow.  Sebelumnya air diganti total, lalu masukkan formalin tanpa mengangkat ikan dari kolam.  Agar daya kerja obat efektif sebaiknya aplikasi dilakuakan pada sore hari.  Keesokan harinya air diganti dan dibiarkan sehari semalam agar ikan mengalami proses pemulihan diri. Perlakuan itu dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Setelah itu ulangi setiap 3 hari selama 15 hari. Hal tersebut dilakukan dengan alasannya, masa inkubasi parasit hanya berkisar 11 hari. Toleransi 3 hari untuk membunuh telur yang tersisa. Hasil percobaan itu terbukti dari 50 koi   sakit hanya 4 ekor ikan  koi saja yang mati.

Metode lain adalah dengan membuang air kolam hingga tinggal separuhnya ketika ikan terlihat sakit. Beri antibiotic Bio Cleaner, Malachyt Green atau El Bayu, dosis 0.2g/l. Setelah aplikasi obat selama ½ jam, tambahkan air hingga ketinggian semula. Tips tambahannya,  Ikan yang telahsembuh sebaiknya diberi vitamin B kompleks agar daya tahan meningkat.  Cara lain yang pernah diterapkan oleh peternak ikan adalahpemberian formalin 22-24 ppm (1 ppm + 1 mg/l) air cukup efektif membunuh parasit. Trik lainadalah dengan menabur 40 ppm Malachyt Green atau 3ppm Masoten. Pengobatan harus  rutin selama 3-5 hari dan diulang seminggu kemudian.

 Selain penanganan dan pengobatan pada saat terjadi serangan , hal penting lain yang harus dilakukan  adalah persiapan dan kewaspadaan petani ikan.  Cara budidaya yang terus menerus yang selama ini  umum dilakukan oleh para petani harus dirubah.  Diantaranya dengan menerapkan pola budidaya terpadu. Kolam ikan  harus dilengkapi saluran pembuangan. Menangkap ikan dengan jaring tanpa membuang sebagian air terlebih dahulu menyebabkan lapisan tanah teraduk. Dampaknya muncul ga-gas ammonia.  Dalam kondisi air yangtercemar akan  memudahkan penyakit menempel pada tubuh ikan.  Pada saat diangkut ke lokasi lain, penyakit tersebut dapat menulari ikan  yang lain.  Kolam perawatan juga perlu dilengkapi filter yang  baik dan terjaga kebersihannya.  Sirkulasi air kolam harus secara periodic. Demikian juga pemberian antibiotik untuk mencegah serangan penyakit juga harus diberikan secara rutin.

apakah penanganan penanganan pada semua ikan sama (1), Peluang usaha ikan koi (1), obat herpes pada koi (1), mengobati penyakit herpes koi (1), masa inkubasi dalam usaha (1), kelemahan budidaya ikan koi (1), herpes (1), ciri-ciri ikan koi sakit (1), ciri ciri koi sakit (1), cara mengobati penyakit herves pada ikan koi (1), cara budidaya ikan koi (1), artikel terkait budidaya koi (1), penangan ikan yang terserang parasit (1)

Artikel Terkait:

Pola Usaha Ikan Patin dalam Usaha Budidaya Ikan Patin (bag.2)Manajemen Operasional dalam Usaha Budidaya Ikan GuramePELUANG USAHA PEMBENIHAN IKAN TAWES (Puntius Javanicus. Blkr)Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas (bag.3 : Pemilihan Teknologi Budidaya Ikan Mas)PELUANG USAHA BUDIDAYA IKAN CUPANG (Bag. 1)

View the original article here

SEKILAS TENTANG PELUANG USAHA BUDIDAYA KOPI DI INDONESIA

KOPI Populasi penduduk Indonesia yang pada tahun 2005 sebanyak 220 juta, dan kemudian diperkirakan sudah meningkat menjadi 231 juta pada 2009 merupakan potensi pasar yang sangat menjanjikan untuk pemasaran produk-produk makanan dan minuman, termasuk minuman KOPI. Apalagi, minuman ini bukan lagi jenis minuman yang asing bagi masyarakat Indonesia, karena sudah dikenal sejak abad ke-17 dengan dibudidayakannya tanaman KOPI ini oleh pemerintah Hindia Belanda (VOC) sebagai salah satu andalan komoditas ekspor pada waktu itu. Berbeda misalnya dengan minuman cokelat, minuman KOPI telah membudaya penggunaannya oleh masyarakat di seantero nusantara, baik di perdesaan maupun di perkotaan. Bahkan pada kalangan tertentu yang sudah menjadi penggemar KOPI, berlaku motto, “tak ada hari tanpa minum KOPI”.

Jika diperhitungkan terhadap total penduduk Indonesia pada 2008 yang mencapai 227,8 juta jiwa, dan penggunaan KOPI bubuk dan instan pada tahun yang sama sebanyak 138.383 ton, artinya konsumsi KOPI per kapita Indonesia masih sebesar 0,6 kg per kapita per tahun. Angka konsumsi ini masih jauh rendah dibandingkan Negara-negara Eropa seperti Finlandia (12,0 kg), Norwegia (9,9 kg), Belanda (8,4 kg), Denmark (8,7 kg), Swedia (8,2 kg), Swiss (7,9 kg) dan lain-lain. Dengan Negara-negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia pun kita masih lebih rendah. Konsumsi Filipina 0,7 kg per kapita dan Malaysia 0,9 kg per kapita. Artinya, dari segi potensi pasar, Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan pasar KOPI di dalam negeri.

Yang tidak kalah menarik pula adalah dimana dalam beberapa tahun terakhir makin marak berkembangnya café coffee sebagai sebuah tren di kota-kota besar, dan bahkan juga penjual KOPI minuman asongan yang berjamur kehadirannya di berbagai sudut kota. Tak pelak lagi, fenomena ini mendorong peningkatan konsumsi KOPI, khususnya di kalangan anak muda dan masyarakat bawah.

Yang tidak kalah menarik lainnya adalah fenomena dinamika pasar KOPI minuman itu sendiri, baik KOPI bubuk maupun KOPI instan yang terus dinamis. Salah satunya adalah berkembangnya segmen pasar penggemar KOPI mix dengan berbagai varian rasa.

Namun besarnya potensi pasar produk KOPI tersebut tidak serta merta dapat dimanfaatkan begitu saja dalam melakukan penetrasi pasar untuk meningkatkan penjualan, karena berbagai kendala yang terus menghadang, baik dari sisi persaingan terhadap produk yang sama dari serbuan produk impor; maupun saingan dari produk minuman sejenis seperti minuman teh dan berbagai jenis minuman ringan atau bahkan dengan minuman supplemen. Faktanya dari riset ini, beberapa produsen kecil dan menengah pada 2008 lalu tidak mampu melanjutkan aktifitas produksinya, alias bangkrut. Artinya persaingan ketat di antara produsen KOPI, baik KOPI berskala nasional, menengah dan juga berskala kecil tak dapat dielakkan dan ketat. Fenomena dinamika persaingan pasar yang terus menerus bergerak ini mau tidak mau harus selalu diikuti oleh para produsen dan lembaga-lembaga yang terkait dengan bisnis KOPI minuman ini di dalam negeri, seperti lembaga perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya.

Artikel Terkait:

KARAKTERISTIK USAHA INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)KUNCI SUKSES USAHA / INDUSTRI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUK KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI) BAG 2PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PERKEMBANGAN INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)

View the original article here

JENIS-JENIS KARET ALAM DALAM USAHA AGROINDUSTRI KARET

peluangusahakaret Jenis Karet Alam : Getah karet alam yang dihasilkan perkebunan dan diperdagangkan terdiri dari berbagai bentuk, yaitu berupa getah cair (lateks), bongkahan, lembaran, dan serpihan. Nantinya produk karet ini akan menjadi bahan baku bagi industri hilir. Karet alam biasa dikelompokkan atas bahan olah karet, lateks pekat, karet bongkah (block rubber), karet spesifikasi teknis atau karet remah (crumb rubber), dan tyre rubber.

Bahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohon karet Hevea brasiliensis. Bahan olah karet kadang dianggap bukan produksi perkebunan besar sehingga disebut bokar (bahan olah karet rakyat), karena umumnya diperoleh dari petani yang mengusahakan kebun karet. Berdasarkan pengolahannya, bahan olah karet terdiri atas empat jenis, yaitu:

Lateks kebun, yaitu cairan getah yang didapat dari bidang sadap pohon karet. Cairan getah ini belum mengalami penggumpalan baik melalui penambahan atau tanpa penambahan antikoagulan (zat pemantap).Sheet angin, yaitu bahan olah karet yang dibuat dari lateks yang sudah disaring dan digumpalkan dengan asam semut, berupa karet sheet yang sudah digiling tetapi belum jadi.Slab tipis, yaitu bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang sudah digumpalkan dengan asam semut.Lump segar, yaitu bahan olah karet yang bukan berasal dari gumpalan lateks kebun yang terjadi secara alamiah dalam mangkuk penampung.Dalam perdagangan karet, bahan olah karet umumnya dikenal sebagai karet alam konvensional yang terdiri dari golongan karet sheet dan crepe. Jenis­-jenis karet alam yang tergolong konvensional adalah sebagai berikut:

Ribbed smoked sheet (RSS), yaitu jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses pengasapan dengan baik.White crepe dan pale crepe, yaitu jenis crepe yang berwarna putih atau muda, ada yang tebal dan ada pula yang tipis.Estate brown crepe, yaitu jenis crepe yang berwarna coklat dan banyak dihasilkan oleh perkebunan-perkebunan besar atau estate. Jenis ini juga dibuat dari bahan yang kurang baik seperti yang digunakan untuk pembuatan off crepe serta dari sisa lateks, lump atau kogulum yang berasal dari prakoagulasi, dan srap atau lateks kebun yang sudah kering di atas bidang penyadapan.Compo crepe, yaitu jenis crepe yang dibuat dari bahan lump, scrap pohon, potongan-potongan sisa dari RSS atau slab basah.Thin brown crepe remilis, yaitu crepe coklat dan tipis karena digiling ulang.Thick blanket crepes ambers, yaitu crepe banket yang tebal dan berwarna cokelat, biasanya dibuat dari slab basah, sheet tanpa proses pengasapan dan lump serta srap dari perkebunan atau kebun rakyat yang baik mutunya, tetapi scrap tanah tidak boleh digunakan.Flat bark crepe, yaitu karet tanah atau earth rubber, yaitu jenis crepe yang dihasilkan dari scrap karet alam yang belum diolah, termasuk scrap tanah yang berwarna hitam.Pure smoked blanket crepe, yaitu crepe yang diperoleh dari penggilingan karet asap yang khusus berasal dari RSS, termasuk juga block sheet atau sheet bongkah, atau dari sisa pemotongan RSS. Jenis karet lain atau bahan bukan karet tidak boleh digunakan.Off crepe, yaitu crepe yang tidak tergolong bentuk beku atau standar. Biasanya tidak dibuat melalui proses pembekuan langsung dari bahan lateks yang masih segar, melainkan dari contoh-contoh sisa penentuan kadar karet kering, lembaran-lembaran RSS yang tidak baik menggilingnya sebelum diasapi, busa-busa dari lateks, bekas air cucian yang banyak mengandung lateks serta bahan-bahan lain yang jelek.Latek pekat adalah jenis karet yang berbentuk cairan pekat, tidak berbentuk lembaran atau padatan lainnya. Lateks pekat dijual di pasaran ada yang dibuat melalui proses pendadihan atau creamed lateks dan melalui proses pemusingan atau centrifuged lateks. Biasanya lateks pekat banyak digunakan untuk pembuatan bahan-bahan karet yang tipis dan bermutu tinggi seperti sarung tangan karet untuk kesehatan.

Karet bongkah adalah karet remah yang telah dikeringkan dan dikilang menjadi bandela-bandela dengan ukuran yang telah ditentukan. Karet bongkah ada yang berwarna muda dan setiap kelasnya mempunyai kode warna tersendiri.

Karet spesifikasi teknis atau crumb rubber atau juga dikenal sebagai karet remah adalah karet alam yang dibuat khusus sehingga terjamin mutu teknisnya. Penetapan mutu juga didasarkan pada sifat-sifat teknis. Penetapan mutu dan golongan crumb rubber tidak didasarkan atas penilaian visual seperti yang menjadi dasar penentuan golongan mutu pada jenis jenis karet sheet, crepe maupun lateks pekat.

Tyre rubber adalah bentuk lain dari karet alam yang dihasilkan sebagai barang setengah jadi sehingga bisa langsung dipakai oleh konsumen, baik untuk pembuatan ban atau barang yang menggunakan bahan baku karet alam lainnya. 3.5. Kayu karet

Di Indonesia, ketersediaan kayu karet sangat besar dan diharapkan terus meningkat sejalan dengan program peremajaan tanaman karet tua. Oleh karena itu, kayu karet mempunyai prospek yang cerah sebagai bahan baku industri untuk menyubstitusi kayu hutan alam. Selain itu, kayu karet mempunyai sifat-­sifat fisik, mekanis, dan kimia yang setara dengan kayu hutan alam. Pemanfaatan kayu karet antara lain sebagai bahan baku industri meubel (furniture), kayu gergajian bahan bangunan, bahan baku industri bubur kertas (pulp), dan bahan baku arang. Pemanfaatan kayu karet tersebut perlu didukung dengan teknis industri pengolahan.

Kontinuitas penyediaan bahan baku bagi industri pengolahan antara lain dapat ditempuh melalui pengembangan pola kemitraan antara petani dan industri pengolahan kayu karet. Pola kemitraan juga dapat menjamin harga jual kayu di tingkat petani sehingga dapat mendukung upaya peremajaan karet rakyat. Klon-klon anjuran seperti BPM 1, PB 330, PB 340, RRIC 100, AVROS 2037, IRR 5, IRR 32, IRR 39, IRR 42, IRR 112, dan IRR 118 direkomendasikan untuk dikembangkan dalam skala luas sebagai penghasil lateks sekaligus kayu.

Peningkatan permintaan kayu karet didorong oleh makin membaiknya perekonomian dunia dan bertambahnya jumlah penduduk, serta terbatasnya ketersediaan kayu hutan alam terutama setelah kayu ramin, meranti putih, dan agathis dilarang untuk diekspor dalam bentuk kayu gergajian. Nilai ekonomi kayu karet yang makin tinggi tersebut dapat menjadi tambahan modal bagi petani untuk melakukan peremajaan kebun karet dengan menanam klon-klon unggul yang produktivitasnya tinggi dan pertumbuhannya cepat.

Artikel Terkait:

PELUANG DAN TANTANGAN USAHA AGROINDUSTRI KARETDukungan Kebijakan dalam Revitalisasi Perkebunan KaretPohon Industri Karet Indonesia 2011Potensi Industri Pengolahan Karet : Klaster industri pengolahan KaretPEREMAJAAN DAN PERLUASAN PERKEBUNAN KARET dalam Tuntutan Peremajaan Perkebunan Karet Rakyat

View the original article here

Sabtu, 01 Oktober 2011

KUNCI SUKSES USAHA / INDUSTRI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)

KOPI KUNCI SUKSES USAHA / INDUSTRI KOPI : KOPI bubuk merupakan produk olahan KOPI yang dominan penggunaannya di dalam negeri dari pada jenis KOPI olahan lainnya. Pengolahan KOPI bubuk ini relatif sederhana sehingga dapat dilakukan pada skala usaha rumah tangga. Karena itu, di pasar cukup banyak ditemukan KOPI tanpa merek yang memiliki pangsa pasar tersendiri dan tetap eksis. Mengapa demikian?

Karena KOPI ini sifat penggunaannya mirip dengan rokok. Ada faktor kecanduan pada rasa dan aroma tertentu. Jadi, defenisi kualitas pada produk KOPI sebetulnya lebih merujuk kepada rasa dan aroma yang sudah melekat pada kebiasaan mengkonsumsi jenis KOPI tertentu. Inilah yang membuat KOPI bubuk tanpa merek akan tetap eksis. Artinya, salah satu faktor kunci di industri KOPI ini agak tetap eksis adalah dalam hal mempertahankan konsistensi rasa dan aroma KOPI original, dan telah diperkenalkan kepada konsumen sejak mereka berumur di atas 15 (lima belas) tahun. Dibarengi dengan pembelajaran kepada konsumen secara terus menerus tentang khasiat minuman ini dalam mempertahankan stamina tetap stabil (tidak menjadi loyo atau ngantuk), dan sebaliknya sekaligus juga pemberitahuan larangan bagi mereka yang terkena penyakit tertentu.

Ke depan, produsen yang eksis adalah produsen yang mampu memperkenalkan KOPI dengan rasa dan aroma yang khas dan menjaga konsistensi kekhasan tersebut. Untuk menjaga konsistensi kekhasan KOPI, produsen mau tidak mau harus bermitra dengan kelompok tani KOPI dan memberikan pembimbingan budidaya yang tepat agar didapatkan kualitas KOPI yang seragam dan baik, sebagaimana selama ini telah dikembangkan oleh PT Toarco Jaya di Sulawesi Selatan dan PT Nestle Indonesia di Lampung Selatan.

Selanjutnya, untuk memperluas wilayah distribusi produk, maka mau tidak mau kunci suksesnya terletak pada keberanian mempromosikan produk, terutama media cetak atau media radio; dan yang lebih canggih lagi adalah melalui layar televisi, sebagaimana telah dilakukan pertama kali oleh KOPI Kapal Api ketika pada awalnya KOPI ini menjangkau daerah Jawa, dan kemudian ke luar Jawa.

Artikel Terkait:

KARAKTERISTIK USAHA INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUK KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI) BAG 2PETA PRODUSEN KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PERKEMBANGAN INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)

View the original article here

PELUANG USAHA BUDIDAYA ALPUKAT / AVOCADO (bagian 1)

Avocado Ramadhan baru saja berakhir sangat menyenangkan jika saat berbuka disajikan minuman sejenis es teler atau pun sop buah, memberikan kesegaran  setelah berpuasa sehari penuh. Namun tau kah anda bahwa di dalam minuman tersebut terdapat buah yang memiliki karakteristik yang berbeda, dengan rasa yang jauh dari manis namun memiliki rasa gurih dan lembut, ya itu adalah buah alpukat. Alpukat (Persea americana) adalah pohon tanaman asli yang berasal dari Meksiko Tengah, buah alpukat sangat dikenal di Indonesia terutama di gunakan sebagai campuran maupun menu utama sajian minuman pelepas dahaga. Alpukat diklasifikasikan dalam keluarga tanaman berbunga Lauraceae seperti pada tanaman dengan kayu manis maupun tanaman kayu kamper. Alpukat tergolong dalam buah (botanikal berry besar dengan benih berbiji tunggal dengan berbentuk buah bulat, memanjang mapun berbentuk telur. Secara ilmiahnya kalisifikasi alpukat sebagai berikut :

Klasifikasi Ilmiah Tanaman Alpukat : Kingdom   :     Plantae, Phylum     :     Angiosperms, Class         :     Magnoliids, Order       :     Laurales, Family      :     Lauraceae, Genus      :     Persea, Species     :     P. americana

Alpukat atau dengan nama lain P. americana berasal di negara bagian Puebla, Meksiko. Tanaman alpukat tertua di meksiko dikenal sebag220px-Avocado_with_cross_section_editai criollo, dengan buah yang kecil dan kulit buah hitam pekat, juga berisi biji buah yang besar. Bukti tertua penggunaan alpukat ditemukan di sebuah gua yang terletak di Coxcatlán, Puebla, Meksiko, yaitu sekitar 10.000 SM. Pohon / Tanaman alpukat juga memiliki sejarah panjang pembudidayaan nya baik yang ada di Amerika Tengah dan Amerika Selatan;. Toples air berbentuk seperti buah alpukat, ditemukan di kota suku pra-Inca yaitu kota Chan Chan. Pembahasan tentang alpukat paling awal ditulis yaitu “alpukat di Eropa” adalah Martín Fernández de Enciso (1470-1528) pada tauhn 1518 atau 1519 dalam bukunya, “Suma de Que Trata Geographia de Todas Las Partidas Del Mundo Y Provincias” yang pertama catatan tertulis dalam bahasa Inggris penggunaan kata ‘alpukat’ itu oleh Hans Sloane dalam indeks 1696 tanaman Jamaika. Tanaman itu diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1750, Brasil pada tahun 1809, kawasan Mediterania timur pada 1908, dan Afrika Selatan dan Australia pada akhir abad 19.

Kata ‘alpukat’ / avocado berasal dari bahasa Spanyol “aguacate”  yang berasal dari kata “ahuácatl Nahuatl”. Alpukat dikenal oleh suku Aztec sebagai ‘buah kesuburan’. Di beberapa negara Amerika Selatan, seperti Argentina, Bolivia, Chili, Peru, dan Uruguay, alpukat dikenal dengan nama “Quechua” . Di negara Meksiko dan Portugis desebut dengan “abacate”. Sering juga selain disebutalpukat atau disebut dengan pir buaya (karena bentuk dan kulit hijau kasar ). Alpukat dikenal sebagai Buah Mentega di beberapa bagian India. Dan Di Cina dikenal sebagai buah pir buaya atau mentega.

Buah Alpukat memiliki nilai ekonomis tinggi, selain sebagai bahan minuman alpukat banyak dipergunakan sebagai bahan campuran produk-produk kosmetik. Alpukat dapat di budidayakan diseluruh dunia baik dengan iklim tropis maupun iklim subtropis, Buah alpukat yang dihasilkan berkulit hijau, bentuk buah seperti buah pir atau pun bulat. Sebagian tanaman buah alpukat dapat melakukan penyerbukan sendiri ataupun dilakukan rekayasa tanaman untuk menghasilkan buah alpukat yang terjaga baik kualitas maupun kuantitasnya. Berikut adalah jumlah produksi negara-negara penghasil alpukat terbesar di dunia.

Kita akan lanjutkan tulisan tentang alpukat pada artikel selanjutnya.

budidaya alpukat (19), peluwang bisnis alpukat (3), pembibitan alpukat (3), budidaya buah alpukat (2), cara budidaya pohon alpukat (2), pembudidayaan apukat (1), alpkatualpukat (1), Pohon&buah pokat (1), produksi alpukat (1), SEJARAH IJIN USAHA GURAMEH (1), klasifikasi tumbuhan APOKAT (1), klasifikasi apukat (1), klasifikasi alpukat (1), klasifikai alpukat (1), kingdom alpukat (1), Budidaya alpuket (1), budidaya alpukat mentega (1), Bertani buah alpuket (1), tanaman avocado (1)

Artikel Terkait:

PELUANG USAHA BUDIDAYA ALPUKAT / AVOCADO (bagian 2)Peluang Usaha Pengembangan Budidaya Jeruk (bagian 1)Peluang Usaha Budidaya Tanaman Secara Hidroponik Murah dan Sederhana (bagian 1)Peluang Usaha Budidaya Kayu Putih (bagian 2)Peluang Usaha Budidaya Durian (bagian 1)

View the original article here

PELUNG USAHA PEMBUATAN TERASI IKAN/UDANG

Indonesia terkenal dengan beragam masakan khas daerahnya. Hal ini didukung dengan kekayaan alam yang melimpah termasuk kekayaan hasil laut yang sangat beragam. Salah satu hasil olahan yang cukup dikenal dan digemari masyarakat luas adalah terasi. Terasi merupakan produk olahan hasil laut setengah basah yang dibuat dari udang atau ikan-ikan kecil yang dicampur dengan garam, kemudian diragikan. Terasi digunakan sebagai bahan penyedap masakan seperti pada masakan sayuran, sambal, rujak, dan sebagainya. Sebagai bahan makanan setengah basah yang berkadar garam tinggi, terasi dapat disimpan berbulan-bulan. Meskipun terkesan sebagai “barang murah” terasi termasuk barang yang memiliki tingkat permintaan tinggi dan untuk saat ini, terasi tidak hanya dipasok dari industri-industri kecil atau industri rumahan saja. Beberapa perusahaan besar sudah merambah produksi terasi ini sebagai lahan bisnisnya. Nah dengan demikian tidak perlu diragukan lagi bukan bahwa barang kecil seperti terasi ini masih memiliki peluang usaha yang berprospek cerah dan menguntungkan untuk ditekuni.

Pengolahan terasi dari ikan ataupun udang ini juga merupakan salah satu solusi dari pemanfaatan ikan dan hasil laut lain yang cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menyebabkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu bahan mentahnya. Sebagai pedoman  untuk memilih ikan yang  baik berikut ciri-ciri ikan  yang  segar dan ciri-ciri ikan yang sudah tidak layak konsumsi/busuk :

Tanda ikan yang sudah busuk:

warna kulit suram dengan lendir tebal;insang berwarna kelabu dengan lendir tebalwarna keseluruhan suram dan berbau busuk.Tanda ikan yang masih segar:

sisik kuat dan mengkilat; – sirip kuatwarna keseluruhan termasuk kulit cemerlanginsang berwarna merah; – dinding perut kuatIkan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, mudah didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh sebab itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Untuk mendapatkan hasil awetan yang bermutu tinggi diperlukan perlakukan yang baik selama proses pengawetan seperti : menjaga kebersihan bahan dan alat yang digunakan, menggunakan ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada bermacam-macam pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan ikan. Termasuk diantaranya adalah menjadi terasi. Bahan-bahan untuk pembuatan terasi mudah didapatkan dan cara pembuatannya juga tidak sulit. Selengkapnya simak uraian berikut ini.

Ikan laut / tawar ataupun udang (10 kg) dan Garam dapur (3 kg)

Bak (tong kayu) tempat penggaramanPertama-tama cuci ikan kecil-kecil atau rebon (udang kecil) sampai bersih dari kotoran;Masukkan ke dalam baskom penggaraman, tambahkan garam dan aduk sampai rata;Kemudian tutup bak dan biarkan campuran ikan garam selama 1~7 hari (peragian I);Setelah selesai peragian I, jemur rebon atau ikan di terik matahari sampai setengah kering kemudian tumbuk sampai hancur (lumat), lalu jemur lagi. Lakukan hal tersebut selama 2~4 hari (peragian II). Selanjutnya terasi dicetak dan apabila perlu jemur lagi Setelah terasi benar-benar kering terasi dibungkus menggunakan kertas ataupun daun kering dan siap disimpan atau langsung dipasarkan.PELUNG USAHA PEMBUATAN TERASI IKAN/UDANG (4), analisis ekonomis usaha terasi (1), olahan sisik ikan menjadi makanan (1), pembuatan terasi ikan (1), PEMBUATAN TERASI IKAN LAUT (1), pembuatan terasi yang benar (1), pembuatan trasi udang (1), pengawetan udang (1), Pengolahan kerupuk udang (1), produksi hom industri garam (1), proses pengolahan udang menjadi terasi (1), usaha udang (1), membuat kecap udang (1), makalah tentang usaha kayu (1), makala kewirausahaan makanan ikan (1), apa saja hasil olahan dari ikan dan udang (1), Artikel Pengawetan terasi (1), bahan-bahan pembuatan terasi (1), beragam home industri (1), bisnis terasi rumahan (1), cara membuat trasi ikan (1), cara pembuatan kecap udang (1), cara Pengolahan pengeringan terasi (1), harga terasi /kg september 2011 (1), ikan bandeng layak konsumsi (1), industri terasi# (1), usaha-usaha maju home industri (1)

Artikel Terkait:

Peluang Usaha Pembuatan Terasi sebagai Pemanfaatan Hasil PerikananPeluang Usaha Pembuatan TerasiPeluang Usaha Pembuatan Dendeng IkanPersyaratan Perdagangan Internasional dalam Usaha Budidaya Udang ( Lobster dan Udang)Peluang usaha pembuatan kecap ikan

View the original article here

Jumat, 30 September 2011

TEKNIK DASAR BUDIDAYA TANAMAN KARET DALAM USAHA BUDIDAYA TANAMAN KARET

karet SYARAT TUMBUH TANAMAN KARET : Tanaman karet umumya memerlukan waktu 5-6 tahun hingga siap untuk dapat disadap. Puncak produksi biasanya tercapai pada umur antara 10-15 tahun. Pada dasarnya, tanaman karet memerlukan persyaratan terhadap kondisi iklim untuk menunjang pertumbuhan dan keadaan tanah sebagai media tumbuhnya.

Iklim

Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah pada zone antara 150LS dan 150LU. Di luar zone tersebut biasanya pertumbuhan tanaman karet agak terhambat sehingga masa awal produksinya juga terlambat.

Umumnya tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendah dengan ketinggian 200 m dari permukaan laut. Ketinggian lebih dari 600 m di atas permukaan laut tidak cocok untuk tumbuh tanaman karet. Korelasi antara ketinggian tempat dan umur sadap dapat dilihat pada tabel berikut.

Korelasi antara ketinggian tempat dan umur sadap tanaman karet

Suhu optimal yang diperlukan tanaman karet berkisar antara 240C sampai dengan 280C. Kelembaban tinggi sangat diperlukan untuk pertumbuhannya dengan lama penyinaran matahari berkisar 5 – 7 jam per hari.

Tanaman karet membutuhkan curah hujan optimal antara 1.500 – 2.000 mm/ tahun dengan toleransi curah hujan 2.500 – 4.000 mm/ tahun dan hari hujan berkisar antara 100 sampai dengan 150 hari hujan/ tahun. Namun, produksi karet akan berkurang apabila sering terjadi hujan pada pagi hari. Selain itu, kecepatan angin yang terlalu kencang pada umumnya kurang baik untuk tanaman karet.

TANAH MEDIA TANAM

Berbagai jenis tanah dapat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet baik tanah vulkanis muda dan tua, bahkan pada tanah gambut kurang dari 20 cm. Tanah vulkanis mempunyai sifat fisik yang cukup baik terutama struktur, tekstur, sulum, kedalaman air tanah, aerasi dan drainasenya, tetapi sifat kimianya secara umum kurang baik karena kandungan haranya yang rendah. Hasil karet maksimal didapatkan jika ditanam di tanah subur, berpasir, dapat melewatkan air dan tidak berpadas (kedalaman padas yang dapat ditolerir dalah 2-3 meter).

Tanah alluvial biasanya cukup subur, tetapi sifat fisiknya terutama drainase dan aerasenya kurang baik. Reaksi keasaman tanah berkisar antara pH 3,0 – pH 8,0, tetapi tidak sesuai pada pH < 3,0 dan pH > 8,0. Tanah ultisol yang kurang subur juga sebenarnya bisa ditanami karet, namun membutuhkan pemupukan dan pengelolaan yang lebih baik.

Sifat tanah yang cocok untuk tanaman karet pada umumnya antara lain: Sulum tanah sampai 100 cm, tidak terdapat batu-batuan dan lapisan cadas; Aerase dan drainase cukup;

Tekstur tanah remah, poreus dan dapat menahan air;Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir;Tanah bergambut tidak lebih dari 20 cm;Kandungan hara NPK cukup dan tidak kekurangan unsur hara mikro; Reaksi keasaman tanah berkisar pada pH 4,5 – pH 6,5;REKOMENDASI JARAK TANAM

Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang optimal, penanam karet perlu pula memperhatikan jarak tanamnya. Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian (2008), merekomendasikan ukuran lobang tanam pada penanaman karet yaitu 45 x 45 x 30 cm untuk tanah ringan dan

60 x 60 x 40 cm untuk tanah berat. Sedangkan rekomendari jarak tanam, kerapatan tanam dan jumlah populasi bibit karet per hektar lahan terdapat beberapa alternatif seperti disajikan pada tabel berikut.

Alternatif jarak tanam dan populasi bibit karet per hektar

Sumber: Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian (2008).

Artikel Terkait:

Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun)Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap persiapan)KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARETPERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARETKLON UNGGUL TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET

View the original article here